KyberaSkool
Sekolah

Kurikulum Merdeka dan Montessori di PAUD: Bisakah Dipadukan?

Banyak sekolah Montessori juga harus memenuhi Kurikulum Merdeka. Kabar baiknya, keduanya punya prinsip yang sejalan. Begini cara memadukannya di kelas dan di rapor.

Sekolah PAUD berbasis Montessori di Indonesia sering bertanya: apakah kami harus memilih antara metode Montessori dan Kurikulum Merdeka? Dalam praktiknya, keduanya bisa berjalan berdampingan. Kurikulum Merdeka dan Montessori memiliki banyak prinsip yang sejalan, sehingga sekolah bisa memadukannya tanpa kehilangan identitas.

Kesamaan prinsip

Berpusat pada anak

Montessori memberi anak kebebasan memilih pekerjaan di lingkungan yang disiapkan. Kurikulum Merdeka juga menekankan pembelajaran yang sesuai tahap perkembangan dan minat anak.

Belajar melalui pengalaman

Material Montessori yang konkret sejalan dengan semangat bermain-belajar di Kurikulum Merdeka PAUD.

Asesmen berbasis observasi

Guru Montessori mengamati dan mencatat. Kurikulum Merdeka PAUD juga mengutamakan asesmen autentik seperti catatan anekdot, hasil karya, dan observasi, bukan tes.

Laporan naratif

Laporan Montessori menggambarkan proses dan tahap penguasaan. Rapor PAUD Kurikulum Merdeka juga berbentuk narasi.

Perbedaan yang perlu diperhatikan

  • Struktur: Montessori dikelompokkan per area (Practical Life, Sensorial, Bahasa, Matematika, Budaya). Kurikulum Merdeka PAUD dikelompokkan per elemen capaian pembelajaran (Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri, serta Dasar-dasar Literasi, Matematika, Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Seni).
  • Kelompok usia: kelas Montessori biasanya campuran usia, sementara administrasi PAUD sering mengikuti kelompok usia.
  • Projek: Kurikulum Merdeka memiliki projek penguatan profil pelajar Pancasila yang perlu direncanakan dan dilaporkan.

Cara memadukan di kelas

  1. Petakan area Montessori ke elemen capaian pembelajaran. Misalnya, Practical Life banyak mendukung Jati Diri, sementara Matematika dan Sensorial mendukung elemen literasi, matematika, dan sains.
  2. Tetap jalankan work cycle Montessori. Kegiatan inti tidak perlu diubah. Yang berubah adalah cara mendokumentasikan dan melaporkan.
  3. Rancang projek dari minat anak. Projek profil pelajar Pancasila bisa lahir dari pekerjaan budaya, misalnya mengenal pasar tradisional atau merawat tanaman.
  4. Catat sekali, pakai dua kali. Satu observasi bisa menjadi bukti untuk area Montessori sekaligus elemen Kurikulum Merdeka.

Cara memadukan di laporan

Banyak sekolah memakai dua bentuk laporan:

Kuncinya adalah sumber catatan yang sama, sehingga guru tidak menulis dua kali.

Dukungan aplikasi

KyberaSkool menyediakan area Montessori dan capaian pembelajaran Kurikulum Merdeka PAUD dalam satu aplikasi. Guru mencatat observasi sekali, lalu sekolah bisa menghasilkan laporan Montessori maupun rapor Kurikulum Merdeka dalam format PDF. Skala penilaian bisa disesuaikan, misalnya Presented, Practicing, Mastered untuk Montessori. Lihat aplikasi sekolah Montessori, aplikasi rapor PAUD Kurikulum Merdeka, atau halaman aplikasi sekolah Montessori Jakarta.

Coba Sekolah PAUD/TK & Montessori di lembaga Anda

Absensi QR, linimasa anak, rapor Kurikulum Merdeka & Montessori, jadwal kelas, dan pengumuman dalam satu aplikasi.

Tanya via WhatsApp